Kita sebagai warga negara Indonesia, saya yakin kita tidak
tahu tentang kondisi sesungguhnya di daerah perbatasan Indonesia dengan negara
lain. Jangan bayangkan dengan kondisi mewah & sudah terjangkau dengan alat
komunikasi & listrik, karena alat transportasi saja sangat sulit di temukan
didaerah perbatasan. Kita hanya bisa menjangkau dengan berjalan kaki,menembus
lembat hutan rimba & anak sungai yang arusnya sangat deras.
Bagi mereka akses listrik, transportasi,kesehatan &
pendidikan adalah barang yang sangat mewah untuk mereka jumpai.Mereka hanya di
perhatikan ketika musim Pemilu datang,banyak orang & pejabat yang dating ke
daerah mereka guna meminta suara mereka. Tapi setelah pemilu berakhir, daerah
mereka tidak akan pernah di kunjungi lagi oleh siapa pun & sunyi sepi di
tengah hutan rimba.
Mereka adalah warga negara Indonesia,yang mempunyai hak
& kewajiban yang sama seperti kita yang tinggal di kota-kota besar di
Indonesia. Ditengah sibuknya suasana ekonomi & germuruhnya politik yang
gaduh, mereka tidak pernah & tidak mau tahu hal tersebut. Karena hal itu
semua,tidak akan mengubah kondisi mereka saat ini menjadi lebih baik.
Jangan salahkan mereka, kalau identitas mereka gadaikan demi
sebuah kehidupan yang lebih baik karena mereka lebih di hargai di negara orang
lain ketimbang di negaranya sendiri. Yang sudah puluhan tahun hidup, tapi tidak
pernah di pedulikan keadaan kehidupan mereka oleh para petinggi bangsa kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar