|
|
JURNAL
1
|
JURNAL
2
|
|
Judul
|
Analisi Turn Around Time (TAT) pada Proses Pooling Komponen Pesawat Studi Kasus
Keterlambatan Pengembalian Komponen Pesawat CRJ 1000 NextGen di PT. GAA
|
Integrasi Analisis Product Life Cycle dan Metode AHP-TOPSIS dalam Perumusan Strategi
Pengembangan Produk
|
|
Tujuan Penelitian
|
Mengetahui dan menganalisa penyebab keterlambatan
TAT dan melakukan upaya perbaikan untuk mengurangi keterlambatan TAT.
|
merumuskan strategi pengembangan
produk di UKM X melalui analisis siklus hidup produk yang diintegrasikan
dengan AHP-TOPSIS.
|
|
Latar Belakang
|
Pada penelitian ini dilakukan di PT. GAA yang
merupakan salah satu perusahaan MRO (Maintance,
Repair dan Overhoul) pesawat
terbang di Asia yang berdiri sejak tahun 2000 dimana pada industri MRO
dibutuhkan Turn Around Time (TAT)
karena merupakan faktor yang mempengaruhi ketersediaan komponen. Pelaksanaan
perencanaan komponen pada PT. GAA melibatkan beberapa divisi, contohnya SAP
perusahaan yang merupakan apilikasi ERP. Masalah yang ada adalah kondisi pada
komponen pesawat sering tidak sesuai.
|
Persaingan pada saat ini menuntut
perusahaan agar dapat melakukan inovasi produk secara kreatif. Pengembangan
produk yang dilakukan oleh industri harus dapat mengikuti perkembangan pasar
dan menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen (consumer need) sehingga
dapat meminimalkan kegagalan produk. Apabila perusahaan tidak dapat melakukan
pengembangan produk maka perusahaan tidak dapat memenuhi selera dan keinginan
konsumen, sehingga bisa menjadi persoalan serius bagi perusahaan karena
konsumen tidak akan membelinya.
|
|
Metode Penelitian
|
Metodologi Penelitian ini dilakukan dengan diawali
studi lapang maupun pustaka. Studi lapangan dilakukan di PT. GAA dengan cara in dept interview, pengumpulan data
dikumpulkan pada SAP tahun 2014-2015 dengan kontrol manual untuk menghitung service level dan dianalisa dengan
metode 5 why dan diagram sebab
akibat.
|
Metodologi penelitian
ini menggunakan pendekatan analisis siklus hidup produk dan AHP-TOPSIS.
|
|
Hasil dan Pembahasan
|
Pembahasan ini diawali dengan pengembalian
komponen pooling, dan menjelaskan
juga tentang analisis service level
setiap bulannya serta bagaimana menghitung analisis servicenya. Selanjutnya menjelaskan grafik service level pada grafik 2, disitu dijelaskan bahwa tidak ada service level yang mencapai target
karena pada grafik service level
pada bulan September, Oktober, November, Desember dan Januari tidak mencapai
100% karena pengembalian komponen terlambat, service level ini dipengaruhi pengembalian komponen yang tepat
waktu. Selanjutnya melakukan perbandingan TAT vendor dengan TAT aktual.
Perbandingan TAT tersebut terlihat pada gambar 3, dimana TAT vendor pada
bulan September, Oktober, November, Desember dan Januari TAT vendor memiliki
nilai 10, TAT rata-rata berurutan 12,44, 9,50, 15,58, 18,00 dan 10,75. TAT
yang terpenuhi pada bulan Oktober karena pengembalian konsep oleh OSA lebih
tepat dibanding bulan lainnya.
|
Dari hasil pengolahan data
menggunakan metode TOPSIS didapatkan prioritas rumusan strategi yang dapat
dilihat dari nilai preferensi alternatif. Nilai preferensi yang tertinggi
menjadi prioritas strategi yang utama untuk dijalankan dalam pengembangan
produk. Nilai preferensi tertinggi yaitu strategi mengefektifkan kegiatan
promosi dan iklan (ST5) dengan nilai 0,542. Hal ini menunjukkan pengelolaan
kegiatan promosi yang efektif akan makin mendekatkan produk terhadap konsumen
dan pasar yang dituju. Prioritas strategi berikutnya adalah menjaga dan
mempertahankan kualitas produk (ST1), Strategi selanjutnya yang dapat
dikembangkan adalah diversifikasi produk (ST2), mengoptimalkan bahan baku dan
minimasi biaya produksi (ST4). Pengembangan kemitraan usaha pengadaan bahan baku
(ST6), memasuki segmen pasar bakeberhasilan ru (ST7) dan merekrut SDM (sumber
daya manusia) profesional dan berkualitas (ST3). Sejumlah strategi ini
dikembangkan dan diterapkan secara terpadu untuk mendukung keberhasilan
pengembangan produk.
|
|
Kekurangan
|
Dari pembahasan peneliti tidak menjelaskan tentang
kata-kata yang asing bagi pembaca.
|
Pada pembahasan banyak tabel dan diagram yang
tidak dijelaskan secara terperinci.
|
|
Kelebihan
|
Bahasa yang digunakan mudah dipahami dan metodenya
pun mudah dimengerti.
|
Bahasa yang digunakan mudah dipahami.
|
|
Kesimpulan
|
Masalah keterlambatan pengembalian komponen ke
vendor pada September 2014- Januari 2015 karena pengembalian komponen on time pada periode itu sangat kecil,
pada september 2014 merupakan pencapaian terbesar pengembalian on time dari 9 komponen yang dipesan
sebanyak 5 komponen on time serta
pencapaian terburuk terjadi pada bulan november dari 12 komponen yang dipesan
1 yang on time. Tingkat service level sangat jauh dari target
dari bulan September 2014 - Januari 2015 terbesar pada bulan Oktober sebesar
60% dan terkecil pada bulan Desember 14,29%. Pada metode 5 why didapatkan 4
penyebab utama yakni kesalahan operator dalam menangani komponen, penanganan
komponen di bagian ekport-import, kelengkapan berkas komponen dan jarak OSA
serta alat bantu angkut terbatas.
|
Analisis PLC yang diintegrasikan dengan metode
AHP-TOPSIS dapat digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan produk yang
lebih komprehensif. Hasil analisis PLC pada studi kasus UKM X menunjukkan
posisinya pada fase pertumbuhan. Hasil pengolahan data menggunakan metode
AHP-TOPSIS, menunjukkan bahwa faktor dengan prioritas tertinggi agar
dipertimbangkan dalam perumusan strategi pengembangan produk pada posisi
pertumbuhan yaitu kebutuhan konsumen (0,370) dan faktor biaya (0,24).
Strategi operasional yang dibutuhkan adalah bersifat ekspansif yakni
mengefektifkan kegiatan promosi (0,542) dan meningkatkan kualitas produk
(0,510).
|
Minggu, 05 November 2017
Perbandingan Jurnal 1 dan 2
Kamis, 02 November 2017
Review Jurnal Integrasi Analisis Product Life Cycle dan Metode AHP-TOPSIS dalam Perumusan Strategi Pengembangan Produk
Judul : Integrasi Analisis Product
Life Cycle dan Metode AHP-TOPSIS dalam Perumusan Strategi Pengembangan
Produk
Jurnal : Teknologi Industri Pertanian
Website :
Tahun : 2016
Penulis : Imam Santoso
Reviewer : TiaraArdhita
Tang review : 2 November 2017
Persaingan
pada saat ini menuntut perusahaan agar dapat melakukan inovasi produk secara
kreatif. Maka dengan itu perusahaan harus melakukan pengembangan produk. Dalam
proses pengembangan produk, terdapat empat tahapan siklus hidup produk
(perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, penurunan) sepanjang masa hidup produk
tersebut. Pengembangan produk yang dilakukan oleh industri harus dapat
mengikuti perkembangan pasar dan menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen (consumer
need) sehingga dapat meminimalkan kegagalan produk. Apabila perusahaan
tidak dapat melakukan pengembangan produk maka perusahaan tidak dapat memenuhi
selera dan keinginan konsumen, sehingga bisa menjadi persoalan serius bagi
perusahaan karena konsumen tidak akan membelinya.
Terdapat beberapa metode yang
digunakan untuk formulasi strategi pengembangan produk. Quality Function
Deployment (QFD), Artificial
Intelligence (AI), Value Analysis Value Engineering (VAVE),
PLC, SWOT, Pareto, AHP serta metode TOPSIS. Metode yang efektif untuk
merumuskan strategi mengembangkan produk adalah analisis siklus hidup produk
dengan mempertimbangkan kondisi internal dan ekternal usaha.
Penelitian ini dilakukan di UKM X
yang merupakan salah satu usaha pengolahan keripik buah yang baru berkembang,
sehingga diperlukan pemahaman yang memadai terhadap posisi produk dan
selanjutnya perlu dirumuskan strategi pengembangannya. Penelitian ini bertujuan
untuk merumuskan strategi pengembangan produk di UKM X melalui analisis siklus
hidup produk yang diintegrasikan dengan AHP-TOPSIS.
Metodologi penelitian ini
menggunakan pendekatan analisis siklus hidup produk dan AHP-TOPSIS. Analisis
PLC digunakan untuk memahami kondisi saat ini terkait posisi yang sedang
dilalui oleh produk. Hasil analisis siklus hidup produk dijadikan dasar untuk
merumuskan prioritas strategi terbaik menggunakan metode AHP-TOPSIS. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
Metode AHP digunakan untuk
mendapatkan bobot pada masing-masing kriteria yang digunakan dalam penyusunan
strategi pengembangan produk. Setelah menggunakan metode AHP dilanjutkan
menggunakan metode TOPSIS. digunakan untuk menentukan prioritas alternatif
strategi pengembangan produk yang akan dipilih. Pada metode TOPSIS terdapat
prosedur yaitu Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi TOPSIS membutuhkan
rating kinerja setiap alternatif Ai pada setiap kriteria Cj yang
ternormalisasi, Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot,
Menentukan matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negatif,
Menentukan jarak antara nilai setiap alternatif dengan matriks solusi ideal
positif dan matriks solusi ideal negatif dan Menentukan nilai preferensi untuk
setiap alternatif.
Peramalan permintaan merupakan
langkah awal yang penting untuk menggambarkan kondisi penjualan di masa
mendatang. Hal ini mengacu terhadap kecederungan permintaan dalam kondisi
terakhir. penjualan keripik buah UKM X selama 2 (dua) tahun terakhir mengalami
kenaikan yang signifikan yaitu pada tahun 2013-2014. Demikian juga, analisis
peramalan permintaan menunjukkan pola penjualan dan kecenderungannya yang sama
yakni mengalami peningkatan volume penjualan secara cepat dan signifikan. Pada
fase ini, penting diperhatikan mengenai atribut penunjang dalam memenuhi
kebutuhan pelanggan, promosi yang lebih intensif dan meningkatkan proses bisnis
internal yang lebih baik. Setiap tahapan dalam PLC membutuhkan rumusan strategi
yang berbeda. Beberapa alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh UKM X
pada tahap pertumbuhan yaitu mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk,
melakukan diversifikasi produk, mengembangkan sumber daya manusia berkualitas,
meminimasi biaya produksi, melakukan promosi secara intensif, mengembangkan
sistem pengelolaan dan kemitraan dalam pasokan bahan baku, mengembangkan segmen
pasar baru
Perumusan
strategi pengembangan produk dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membuat
prioritas dari beberapa alternatif strategi menggunakan gabungan metode AHP dan
TOPSIS. Beberapa alternatif strategi pengembangan produk didapatkan dari
analisis posisinya dalam diagram PLC. Setalah didapatkan beberapa alternatif
strategi pengembangan produk, selanjutnya dirumuskan model struktural AHP, dengan
teknik pengolahan data menggunakan metode perbandingan berpasangan (pairwise
comparison) dan TOPSIS. Dari hasil pengolahan data menggunakan metode
TOPSIS didapatkan prioritas rumusan strategi yang dapat dilihat dari nilai
preferensi alternatif. Nilai preferensi yang tertinggi menjadi prioritas
strategi yang utama untuk dijalankan dalam pengembangan produk. Nilai
preferensi tertinggi yaitu strategi mengefektifkan kegiatan promosi dan iklan
(ST5) dengan nilai 0,542. Hal ini menunjukkan pengelolaan kegiatan promosi yang
efektif akan makin mendekatkan produk terhadap konsumen dan pasar yang dituju.
Prioritas strategi berikutnya adalah menjaga dan mempertahankan kualitas produk
(ST1), Strategi selanjutnya yang dapat dikembangkan adalah diversifikasi produk
(ST2), mengoptimalkan bahan baku dan minimasi biaya produksi (ST4).
Pengembangan kemitraan usaha pengadaan bahan baku (ST6), memasuki segmen pasar
bakeberhasilan ru (ST7) dan merekrut SDM (sumber daya manusia) profesional dan
berkualitas (ST3). Sejumlah strategi ini dikembangkan dan diterapkan secara
terpadu untuk mendukung keberhasilan pengembangan produk.
Analisis PLC yang
diintegrasikan dengan metode AHP-TOPSIS dapat digunakan untuk merumuskan
strategi pengembangan produk yang lebih komprehensif. Hasil analisis PLC pada
studi kasus UKM X menunjukkan posisinya pada fase pertumbuhan. Hasil pengolahan
data menggunakan metode AHP-TOPSIS, menunjukkan bahwa faktor dengan prioritas
tertinggi agar dipertimbangkan dalam perumusan strategi pengembangan produk
pada posisi pertumbuhan yaitu kebutuhan konsumen (0,370) dan faktor biaya
(0,24). Strategi operasional yang dibutuhkan adalah bersifat ekspansif yakni
mengefektifkan kegiatan promosi (0,542) dan meningkatkan kualitas produk
(0,510).
Langganan:
Komentar (Atom)