Minggu, 05 November 2017

Perbandingan Jurnal 1 dan 2


JURNAL 1
JURNAL 2
Judul
Analisi Turn Around Time (TAT) pada Proses Pooling Komponen Pesawat Studi Kasus Keterlambatan Pengembalian Komponen Pesawat CRJ 1000 NextGen di PT. GAA
Integrasi Analisis Product Life Cycle dan Metode AHP-TOPSIS dalam Perumusan Strategi Pengembangan Produk
Tujuan Penelitian
Mengetahui dan menganalisa penyebab keterlambatan TAT dan melakukan upaya perbaikan untuk mengurangi keterlambatan TAT.

merumuskan strategi pengembangan produk di UKM X melalui analisis siklus hidup produk yang diintegrasikan dengan AHP-TOPSIS.

Latar Belakang
Pada penelitian ini dilakukan di PT. GAA yang merupakan salah satu perusahaan MRO (Maintance, Repair dan Overhoul) pesawat terbang di Asia yang berdiri sejak tahun 2000 dimana pada industri MRO dibutuhkan Turn Around Time (TAT) karena merupakan faktor yang mempengaruhi ketersediaan komponen. Pelaksanaan perencanaan komponen pada PT. GAA melibatkan beberapa divisi, contohnya SAP perusahaan yang merupakan apilikasi ERP. Masalah yang ada adalah kondisi pada komponen pesawat sering tidak sesuai.


Persaingan pada saat ini menuntut perusahaan agar dapat melakukan inovasi produk secara kreatif. Pengembangan produk yang dilakukan oleh industri harus dapat mengikuti perkembangan pasar dan menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen (consumer need) sehingga dapat meminimalkan kegagalan produk. Apabila perusahaan tidak dapat melakukan pengembangan produk maka perusahaan tidak dapat memenuhi selera dan keinginan konsumen, sehingga bisa menjadi persoalan serius bagi perusahaan karena konsumen tidak akan membelinya.

Metode Penelitian
Metodologi Penelitian ini dilakukan dengan diawali studi lapang maupun pustaka. Studi lapangan dilakukan di PT. GAA dengan cara in dept interview, pengumpulan data dikumpulkan pada SAP tahun 2014-2015 dengan kontrol manual untuk menghitung service level dan dianalisa dengan metode 5 why dan diagram sebab akibat.

Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan analisis siklus hidup produk dan AHP-TOPSIS.
Hasil dan Pembahasan
Pembahasan ini diawali dengan pengembalian komponen pooling, dan menjelaskan juga tentang analisis service level setiap bulannya serta bagaimana menghitung analisis servicenya. Selanjutnya menjelaskan grafik service level pada grafik 2, disitu dijelaskan bahwa tidak ada service level yang mencapai target karena pada grafik service level pada bulan September, Oktober, November, Desember dan Januari tidak mencapai 100% karena pengembalian komponen terlambat, service level ini dipengaruhi pengembalian komponen yang tepat waktu. Selanjutnya melakukan perbandingan TAT vendor dengan TAT aktual. Perbandingan TAT tersebut terlihat pada gambar 3, dimana TAT vendor pada bulan September, Oktober, November, Desember dan Januari TAT vendor memiliki nilai 10, TAT rata-rata berurutan 12,44, 9,50, 15,58, 18,00 dan 10,75. TAT yang terpenuhi pada bulan Oktober karena pengembalian konsep oleh OSA lebih tepat dibanding bulan lainnya.

Dari hasil pengolahan data menggunakan metode TOPSIS didapatkan prioritas rumusan strategi yang dapat dilihat dari nilai preferensi alternatif. Nilai preferensi yang tertinggi menjadi prioritas strategi yang utama untuk dijalankan dalam pengembangan produk. Nilai preferensi tertinggi yaitu strategi mengefektifkan kegiatan promosi dan iklan (ST5) dengan nilai 0,542. Hal ini menunjukkan pengelolaan kegiatan promosi yang efektif akan makin mendekatkan produk terhadap konsumen dan pasar yang dituju. Prioritas strategi berikutnya adalah menjaga dan mempertahankan kualitas produk (ST1), Strategi selanjutnya yang dapat dikembangkan adalah diversifikasi produk (ST2), mengoptimalkan bahan baku dan minimasi biaya produksi (ST4). Pengembangan kemitraan usaha pengadaan bahan baku (ST6), memasuki segmen pasar bakeberhasilan ru (ST7) dan merekrut SDM (sumber daya manusia) profesional dan berkualitas (ST3). Sejumlah strategi ini dikembangkan dan diterapkan secara terpadu untuk mendukung keberhasilan pengembangan produk.

Kekurangan
Dari pembahasan peneliti tidak menjelaskan tentang kata-kata yang asing bagi pembaca.
Pada pembahasan banyak tabel dan diagram yang tidak dijelaskan secara terperinci.
Kelebihan
Bahasa yang digunakan mudah dipahami dan metodenya pun mudah dimengerti.
Bahasa yang digunakan mudah dipahami.
Kesimpulan
Masalah keterlambatan pengembalian komponen ke vendor pada September 2014- Januari 2015 karena pengembalian komponen on time pada periode itu sangat kecil, pada september 2014 merupakan pencapaian terbesar pengembalian on time dari 9 komponen yang dipesan sebanyak 5 komponen on time serta pencapaian terburuk terjadi pada bulan november dari 12 komponen yang dipesan 1 yang on time. Tingkat service level sangat jauh dari target dari bulan September 2014 - Januari 2015 terbesar pada bulan Oktober sebesar 60% dan terkecil pada bulan Desember 14,29%. Pada metode 5 why didapatkan 4 penyebab utama yakni kesalahan operator dalam menangani komponen, penanganan komponen di bagian ekport-import, kelengkapan berkas komponen dan jarak OSA serta alat bantu angkut terbatas.


Analisis PLC yang diintegrasikan dengan metode AHP-TOPSIS dapat digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan produk yang lebih komprehensif. Hasil analisis PLC pada studi kasus UKM X menunjukkan posisinya pada fase pertumbuhan. Hasil pengolahan data menggunakan metode AHP-TOPSIS, menunjukkan bahwa faktor dengan prioritas tertinggi agar dipertimbangkan dalam perumusan strategi pengembangan produk pada posisi pertumbuhan yaitu kebutuhan konsumen (0,370) dan faktor biaya (0,24). Strategi operasional yang dibutuhkan adalah bersifat ekspansif yakni mengefektifkan kegiatan promosi (0,542) dan meningkatkan kualitas produk (0,510).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar