Kamis, 02 November 2017

Review Jurnal Integrasi Analisis Product Life Cycle dan Metode AHP-TOPSIS dalam Perumusan Strategi Pengembangan Produk

Judul : Integrasi Analisis Product Life Cycle dan Metode AHP-TOPSIS dalam Perumusan Strategi Pengembangan Produk
Jurnal : Teknologi Industri Pertanian
Website :

Tahun : 2016
Penulis : Imam Santoso
Reviewer : TiaraArdhita
Tang review : 2 November 2017

Persaingan pada saat ini menuntut perusahaan agar dapat melakukan inovasi produk secara kreatif. Maka dengan itu perusahaan harus melakukan pengembangan produk. Dalam proses pengembangan produk, terdapat empat tahapan siklus hidup produk (perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, penurunan) sepanjang masa hidup produk tersebut. Pengembangan produk yang dilakukan oleh industri harus dapat mengikuti perkembangan pasar dan menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen (consumer need) sehingga dapat meminimalkan kegagalan produk. Apabila perusahaan tidak dapat melakukan pengembangan produk maka perusahaan tidak dapat memenuhi selera dan keinginan konsumen, sehingga bisa menjadi persoalan serius bagi perusahaan karena konsumen tidak akan membelinya.
            Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk formulasi strategi pengembangan produk. Quality Function Deployment (QFD), Artificial Intelligence (AI), Value Analysis Value Engineering (VAVE), PLC, SWOT, Pareto, AHP serta metode TOPSIS. Metode yang efektif untuk merumuskan strategi mengembangkan produk adalah analisis siklus hidup produk dengan mempertimbangkan kondisi internal dan ekternal usaha.
            Penelitian ini dilakukan di UKM X yang merupakan salah satu usaha pengolahan keripik buah yang baru berkembang, sehingga diperlukan pemahaman yang memadai terhadap posisi produk dan selanjutnya perlu dirumuskan strategi pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan produk di UKM X melalui analisis siklus hidup produk yang diintegrasikan dengan AHP-TOPSIS.
            Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan analisis siklus hidup produk dan AHP-TOPSIS. Analisis PLC digunakan untuk memahami kondisi saat ini terkait posisi yang sedang dilalui oleh produk. Hasil analisis siklus hidup produk dijadikan dasar untuk merumuskan prioritas strategi terbaik menggunakan metode AHP-TOPSIS. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
            Metode AHP digunakan untuk mendapatkan bobot pada masing-masing kriteria yang digunakan dalam penyusunan strategi pengembangan produk. Setelah menggunakan metode AHP dilanjutkan menggunakan metode TOPSIS. digunakan untuk menentukan prioritas alternatif strategi pengembangan produk yang akan dipilih. Pada metode TOPSIS terdapat prosedur yaitu Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi TOPSIS membutuhkan rating kinerja setiap alternatif Ai pada setiap kriteria Cj yang ternormalisasi, Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot, Menentukan matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negatif, Menentukan jarak antara nilai setiap alternatif dengan matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negatif dan Menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif.
            Peramalan permintaan merupakan langkah awal yang penting untuk menggambarkan kondisi penjualan di masa mendatang. Hal ini mengacu terhadap kecederungan permintaan dalam kondisi terakhir. penjualan keripik buah UKM X selama 2 (dua) tahun terakhir mengalami kenaikan yang signifikan yaitu pada tahun 2013-2014. Demikian juga, analisis peramalan permintaan menunjukkan pola penjualan dan kecenderungannya yang sama yakni mengalami peningkatan volume penjualan secara cepat dan signifikan. Pada fase ini, penting diperhatikan mengenai atribut penunjang dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, promosi yang lebih intensif dan meningkatkan proses bisnis internal yang lebih baik. Setiap tahapan dalam PLC membutuhkan rumusan strategi yang berbeda. Beberapa alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh UKM X pada tahap pertumbuhan yaitu mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk, melakukan diversifikasi produk, mengembangkan sumber daya manusia berkualitas, meminimasi biaya produksi, melakukan promosi secara intensif, mengembangkan sistem pengelolaan dan kemitraan dalam pasokan bahan baku, mengembangkan segmen pasar baru
Perumusan strategi pengembangan produk dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membuat prioritas dari beberapa alternatif strategi menggunakan gabungan metode AHP dan TOPSIS. Beberapa alternatif strategi pengembangan produk didapatkan dari analisis posisinya dalam diagram PLC. Setalah didapatkan beberapa alternatif strategi pengembangan produk, selanjutnya dirumuskan model struktural AHP, dengan teknik pengolahan data menggunakan metode perbandingan berpasangan (pairwise comparison) dan TOPSIS. Dari hasil pengolahan data menggunakan metode TOPSIS didapatkan prioritas rumusan strategi yang dapat dilihat dari nilai preferensi alternatif. Nilai preferensi yang tertinggi menjadi prioritas strategi yang utama untuk dijalankan dalam pengembangan produk. Nilai preferensi tertinggi yaitu strategi mengefektifkan kegiatan promosi dan iklan (ST5) dengan nilai 0,542. Hal ini menunjukkan pengelolaan kegiatan promosi yang efektif akan makin mendekatkan produk terhadap konsumen dan pasar yang dituju. Prioritas strategi berikutnya adalah menjaga dan mempertahankan kualitas produk (ST1), Strategi selanjutnya yang dapat dikembangkan adalah diversifikasi produk (ST2), mengoptimalkan bahan baku dan minimasi biaya produksi (ST4). Pengembangan kemitraan usaha pengadaan bahan baku (ST6), memasuki segmen pasar bakeberhasilan ru (ST7) dan merekrut SDM (sumber daya manusia) profesional dan berkualitas (ST3). Sejumlah strategi ini dikembangkan dan diterapkan secara terpadu untuk mendukung keberhasilan pengembangan produk.
Analisis PLC yang diintegrasikan dengan metode AHP-TOPSIS dapat digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan produk yang lebih komprehensif. Hasil analisis PLC pada studi kasus UKM X menunjukkan posisinya pada fase pertumbuhan. Hasil pengolahan data menggunakan metode AHP-TOPSIS, menunjukkan bahwa faktor dengan prioritas tertinggi agar dipertimbangkan dalam perumusan strategi pengembangan produk pada posisi pertumbuhan yaitu kebutuhan konsumen (0,370) dan faktor biaya (0,24). Strategi operasional yang dibutuhkan adalah bersifat ekspansif yakni mengefektifkan kegiatan promosi (0,542) dan meningkatkan kualitas produk (0,510).





            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar