mengenai kurikulum baru 2013 itu saya kurang setuju karena kurikulum bukan penentu satu-satunya untuk menjadikan pendidikan di indonesia ini menjadi pendidikan yang unggul, meskipun kurikulum itu alat vital dalam suatu pendidikan bangsa dan negara. Akan tetapi yang harus dipentingkan adalah keprofesionalan guru-guru. Meskipun diadakan perubahan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013, namun tingkat keprofesionalan guru diabaikan maka itu akan percuma. Berhasil tidaknya suatu pendidikan sebenarnya tidak hanya tergantung pada kurikulum apa yang digunakan, tetapi tergantung pada kemampuan dan keberhasilan guru dalam mengajar. Peran guru dalam pendidikan itu sangat penting karena proses pelaksana kurikulum adalah guru. Jadi kemampuan guru dalam mengajar harus dipertimbangkan secara matang-matang.
Disamping itu mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dan juga membutuhkan anggaran dana yang tidak sedikit. Praktik pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teori kurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila sesuatu teori kurikulum baru menjadi kenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antara lain karena kurikulum banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada, merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripada mencoba hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri.
Adapun mengenai materi IPA dan IPS menjadi model tematik di pelajaran-pelajaran lainnya dalam kurikulum 2013 nanti cenderung kurang efektif karena ada materi-materi dalam IPA yang tidak bisa digabungkan dengan pelajaran lainnya. Apabila digabungkan anak akan kebingungan dalam menangkap materi. Belum lagi anggaran dana yang dibutuhkan untuk perubahan kurikulum memakan dana yang tidak sedikit. Disamping itu proses sosialisasinya juga terlalu pendek padahal tahun ajaran baru sudah di depan mata. Guru-guru baru saja mempersiapkan kurikulum lama yang harus diperkaya dengan pendidikan karakter. Tiba-tiba kurikulumnya harus berubah lagi. Hal tersebut membutuhkan kesiapan pada guru. Kalau ada empat yang penting. Nomor satu guru, dua guru, tiga guru, dan empat guru. Jadi begitu pentingnya kemampuan guru. Oleh karena itu guru juga harus terus dipacu kemampuannya melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan calon guru. Peningkatan-peningkatan kecakapan profesionalisme mereka harus secara terus menerus. Perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi kurikulum baru 2013 mendatang mungkin tidak membawa sesuatu yang baru. Dimana konsep kurikulum baru 2013 sudah pernah muncul yaitu mengenai proses pembelajaran yang mendorong agar siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar yang sudah diterapkan pada kurikulum 1985 dengan nama Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). konsep yang diusung pada kurikulum baru ini tidak ada yang baru. Semua yang coba digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini hanya mengulang kurikulum yang dulu pernah digunakan. Bahwasanya alasan-alasan yang dikemukakan oleh pihak kementerian tidak memiliki landasan kuat, bahkan terkesan hanya opini. Tidak ada hasil riset tentang dampak dari KTSP yang membuatnya harus diganti, tentu menjadi pertanyaan bagi publik mengenai perubahan kurikulum ini. Memang pemerintah memberi alasan, tapi itu seperti hanya bohong-bohongan saja karena wujudnya opini. Tak ada hasil riset kenapa kurikulum KTSP harus diubah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar