Rabu, 27 April 2016

Pergaulan Bebas

Miris sekarang banyak beredar video adegan mesum para remaja generasi penerus bangsa kita  yang seharusnya mereka sedang giat-giatnya belajar untuk menggapai cita-cita justru dihadapkan dengan persoalan sex bebas. Pengaruh dari teknologi dan informasi yang semakin maju membuat banyak generasi muda meniru budaya barat. Gaya pacaran anak sekarang semakin tidak mempunyai etika,Tanpa malu-malu mereka menjunkan kemesraan di depan orang banyak hingga membuat kita harus membaca istigfar melihat mereka. Entah apa yang ada di otak mereka,apakah mau di bilang laku atau di bilang cari sensasi dengan kemesraan mereka.
Tak hanya di perkotaan sek bebas sekarang malah banyak di perdesaan. Kurangnya pengetahuan tentang seks yang membuat mereka tergoda oleh pria hidung belang . Mirisnya yang sering di beritakan di tv-tv banyak anak yang dibuang atau tempat aborsi menunjukan meningkatnya seks bebas dikalangan masyarakat . Sekarang lebih baik tidak mengenal pacaran daripada tergoda iman,Jika sudah kejadian hamil siapa yang malu ? Kita sebagai wanita dan keluarga .

Kursi Prioritas ...

Kursi prioritas di KRL kurang tepat sasaran kenapa ? ya karena sering kali saya melihat ibu-ibu lanjut usia  di gerbong wanita tidak mendapat tempat duduk dan tidak ada yang ngalah .
          Padahal kursi prioritas di gerbong wanita di tambah yang awalnya hanya bangku yang hanya cukup tiga orang sekarang di tambah bangku standar yang ada di ujung gerbong .
          Tapi orang-orang yang duduk di kursi prioritas itu kebanyakan wanita muda dan masih mampu berdiri. Tapi mereka tidak ada kesadaran untuk memberikan kursi itu kepada ibu-ibu . Tidak seperti ibu-ibu yang membawa anak dan hamil yang langsung di beri duduk . Padahal ibu-ibu lanjut usia sering kali mengalami sakit kaki atau sudah mempunyai penyakitorang tuan seperti rematik atau asam urat .

          Trus gimana solusinya ? Saya pikir harus ada gerbong untuk Prioritas .

Pak Ogah

Pak Ogah ( Sebutan Tukang ngatur jalan perempatan ).
          Di daerah kalideres Saya melihat orang yang setiap hari ngatur jalan,nyebrangin motor dan mobil di tangkap satpol PP. Saya berpikir kenapa mereka ditangkap,akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya ke pengendara motor lainnya yang sedang melihat Pak Ogah itu ditangkap,setelah pengendara motor tersebut bercerita saya baru mengerti mereka ilegal .
          Saya juga berpikir mereka ilegal tapi kalo tidak dengan bantuan mereka saya kadang susah nyebrang atau puter arah di daerah tersebut, Karena tidak ada petugas keamanan yang berjaga . Dan mereka juga tidak pernah macem-macem atau kaya yang di tv-tv suka malakin atau apa .

          Seharusnya petugas ngasih alternatif lain di jalan tersebut karena tau sendiri jakarta jalanannya macet dan daerah tersebut kawasan pabrik yang sering tronton lalu lalang. Kasihan kalau misalnya ibu-ibu puter arah naik motor belum tentu pengendara yang lain ngalah.

Rabu, 20 April 2016

naik KRL?

Rumah saya di Jakarta Barat (perbatasan tangerang Jakarta),saya merupakan mahasiswi tingkat 1 disebuah universitas swasta di depok. Jarak rumah saya ke kampus lumayan jauh lah kalau misalnya naik bis sekitar 3 jam itupun kalau tidak macet (tau sendiri jakarta macetnya gimana). Tetapi saya tidak perlu khawatir sekarang karena sudak ada jasa angkutan umum yang menurut saya lebih mengefesienskan waktu yaitu KRL.
                Saya setiap hari naik KRL,dan sudah tau bagaimana manis dan paitnya naik KRL,kenapa bisa bilang main dan paitnya ? ya karena kadang untuk naik KRL saja harus punya tekad dan fisik yang kuat. Apalagi jarak yang di tempuh lumayan jauh. Dan kebetulan saya selalu dapat kuliah pagi sampai sore.
                Nah saya mau ngasih tau gimana manis dan paitnya naik KRL menurut pengalaman yang saya jalani dengan ikhlas . Kita bahas manisnya dulu aja kali ya....
Manisnya naik KRL itu..... Ongkos yang dikeluarkan bisa dibilang murah, KRL memasang tarif awal 2000/25km pertama dan memasang tarif 1000/km berikutnya (menurut papan pengumuman di statsiun),saya naik KRL dari statsiun Kalideres dan turun di statsiun pondok cina dikenakan tarif 4000 ya murahkan ? dibandingkan dengan naik bus dari rumah saya ke depok 15.000 beda 11.000 menurut mahasiswa mahal dan naik KRL itu enaknya waktu perjalanan bisa dibilang setengah perjalanan naik bus, ya naik KRL dari rumah saya ke kampus hanya 1,5 jam dan di KRL disediakan kursi khusus untuk ibu hamil,penyandang disabilitas dan ibu membawa anak selain itu di KRL juga disediakan gerbong khusus wanita so buat wanita yang engga mau campur sama laki-laki bisa naik KRL,dan naik KRL juga bisa dibilang aman,karena ada petugas yang selalu menjaga di gerbong wanita.
Pahitnya naik KRL..... Hmmm berhubung saya berangkat dan pulang kuliah berbarengan dengan orang kantoran jadi pas jam sibuk gitu KRL lagi penuh-penuhnya (sampe nafas pun susah),sekarang peminat kereta banyak sekali karena mungkin orang mikir harga murah dan lebih mengefesiensikan waktunya dan akhir-akhir ini KRL sering mengalami gangguan dan sering pemberitahuannya terlambat.



Banjirrr lagi........

                Masalah banjir di ibu kota tidak ada habisnya,banjir di ibu kota tidak lain karena masyarakat sendiri yang tidak memperhatikan lingkungan. Masyarakat sering kali mengeluh tetapi prilaku mereka tidak mencerminkan ingin bebas banjir . Misalnya buang sampah sembarang , saya kadang-kadang suka heran kepada orang yang sering membuang sampah sembarangan apalagi membuang sampah ke sungai,kalau banjir melanda mereka ribut nyalahin pemerintah yang di bilang tidak memperhatikan ataupun kurang peduli padahal perilaku mereka juga yang menyimpang. Mereka seharusnya introfeksi diri dan berfikir apa yang dapat di timbulkan oleh mereka sendiri.Ya saya bukannya membela siapa-siapa tapi ada juga petugas yang setiap hari membersihkan aliran sungai tapi banyak juga orang yang membuang sampah di sungai.

          Yang kedua menurut saya kurangnya serapan air di jakarta,jakarta sekarang kurang tumbuhan hijau. Kurangnya serapan air itu menyebabkan banjir karena air tidak diserap maksimal oleh tanah. Ruang terbuka hijau sekarang sangat sulit untuk dijumpai di jakarta. Lahan yang seharusnya digunakan untuk taman atau semacamnya sekarang malah dijadikan apartement mewah ataupun mall. Jadi seharusnya kita yang sadar akan lingkungan misalnya menanam 1 pohon di depan rumah .

Selasa, 19 April 2016

Jalur 3 in 1






Jalur 3 in 1 dimaksudkan untuk mengurai kemacetan dijalan protokol jakarta,3 in 1 di khususkan untuk mobil yang minimal berpenumpang 3 orang. Tapi disamping itu bukan mengurai kemacetan malah dipakai untuk mencari rejeki oleh orang-orang tertentu atau biasa disebut Joki. Joki 3 in 1 tidak hanya kaum pria bahkan kaum wanita yang serta membawa anaknya.
            Pada hari Selasa tanggal 5 april 2016 akan dilakukan uji coba pertama penghapusan jalur 3 in 1 karena tidak berpengaruh atasi kemacetan dan malah banyak joki ilegal. Pada uji coba pertama mulai terasa dampaknya jalan protokol yang biasanya menggunakan 3 in 1 tidak terlalu macet tapi pasuji coba pertama macet dan semeraut .
Tingkat kemacetan yang sangat parah terjadi di kawasan Semanggi dan Jalan Jenderal Sudirman mengarah ke Bundaran Senayan (Bunsen). Lancarnya ruas jalan kolektor di sejumlah titik dikarenakan para pengendara yang semula menggunakan jalan kolektor kini beralih ke ruas jalan protokol. Kemudian mereka kembali mencari jalur alternatif ke sejumlah ruas jalan kolektor lainnya.
Menjelang uji coba penghapusan 3 in 1 tahap kedua pada 11-13 April mendatang, Kadishubtrans DKI akan melakukan rekayasa lalu lintas sebelum dan sesudah memasuki kawasan 3 in 1. Jika uji coba berhasil dilakukan maka jalur 3 in 1 akan dihapus.
Uji coba ini berlaku di jalan protokol yang sebelumnya diterapkan kebijakan 3 in 1, yakni:
1. Jl. Sisingamangaraja, jalur cepat dan jalur lambat.
2. Jl. Jenderal Sudirman, jalur cepat dan jalur lambat.
3. Jl. MH. Thamrin, jalur cepat dan jalur lambat.
4. Jl. Medan Merdeka Barat.
5. Sebagian Jl. Jenderal Gatot Subroto antara persimpangan Jl. Jenderal Gatot Subroto - Jl. Gerbang Pemuda (Balai Sidang Senayan) sampai dengan persimpangan Jl. HR. Rasuna Said - Jl. Jenderal Gatot Subroto pada jalan umum bukan tol.