Jalur 3 in 1
dimaksudkan untuk mengurai kemacetan dijalan protokol jakarta,3 in 1 di
khususkan untuk mobil yang minimal berpenumpang 3 orang. Tapi disamping itu
bukan mengurai kemacetan malah dipakai untuk mencari rejeki oleh orang-orang
tertentu atau biasa disebut Joki. Joki 3 in 1 tidak hanya kaum pria bahkan kaum
wanita yang serta membawa anaknya.
Pada
hari Selasa tanggal 5 april 2016 akan dilakukan uji coba pertama penghapusan
jalur 3 in 1 karena tidak berpengaruh atasi kemacetan dan malah banyak joki
ilegal. Pada uji coba pertama mulai terasa dampaknya jalan protokol yang
biasanya menggunakan 3 in 1 tidak terlalu macet tapi pasuji coba pertama macet
dan semeraut .
Tingkat
kemacetan yang sangat parah terjadi di kawasan Semanggi dan Jalan Jenderal Sudirman
mengarah ke Bundaran Senayan (Bunsen). Lancarnya ruas jalan kolektor di
sejumlah titik dikarenakan para pengendara yang semula menggunakan jalan
kolektor kini beralih ke ruas jalan protokol. Kemudian mereka kembali mencari
jalur alternatif ke sejumlah ruas jalan kolektor lainnya.
Menjelang
uji coba penghapusan 3 in 1 tahap kedua pada 11-13 April mendatang,
Kadishubtrans DKI akan melakukan rekayasa lalu lintas sebelum dan sesudah
memasuki kawasan 3 in 1. Jika uji coba berhasil dilakukan maka jalur 3 in 1
akan dihapus.
Uji
coba ini berlaku di jalan protokol yang sebelumnya diterapkan kebijakan 3 in 1,
yakni:
1. Jl. Sisingamangaraja, jalur cepat dan jalur lambat.
2. Jl. Jenderal Sudirman, jalur cepat dan jalur lambat.
3. Jl. MH. Thamrin, jalur cepat dan jalur lambat.
4. Jl. Medan Merdeka Barat.
5. Sebagian Jl. Jenderal Gatot Subroto antara persimpangan Jl. Jenderal Gatot Subroto - Jl. Gerbang Pemuda (Balai Sidang Senayan) sampai dengan persimpangan Jl. HR. Rasuna Said - Jl. Jenderal Gatot Subroto pada jalan umum bukan tol.
1. Jl. Sisingamangaraja, jalur cepat dan jalur lambat.
2. Jl. Jenderal Sudirman, jalur cepat dan jalur lambat.
3. Jl. MH. Thamrin, jalur cepat dan jalur lambat.
4. Jl. Medan Merdeka Barat.
5. Sebagian Jl. Jenderal Gatot Subroto antara persimpangan Jl. Jenderal Gatot Subroto - Jl. Gerbang Pemuda (Balai Sidang Senayan) sampai dengan persimpangan Jl. HR. Rasuna Said - Jl. Jenderal Gatot Subroto pada jalan umum bukan tol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar