Sabtu, 07 Oktober 2017

Review Jurnal Analisis Turn Around Time (TAT) pada Proses Pooling Komponen Pesawat Studi Kasus Keterlambatan Pengembalian Komponen Pesawat CRJ 1000 NextGen di PT. GAA

Review Jurnal


Judul                  : Analisis Turn Around Time (TAT) pada Proses Pooling Komponen Pesawat Studi Kasus Keterlambatan Pengembalian Komponen Pesawat CRJ 1000 NextGen di PT. GAA
Penulis              : Novie Susanto dan Damar Azis
Tahun                : 2016
Review  oleh     : Tiara Ardhita
Tanggal             : 30 September 2017
1.      Tujuan Penulisan
Mengetahui dan menganalisa penyebab keterlambatan TAT dan melakukan upaya perbaikan untuk mengurangi keterlambatan TAT.
2.      Metodologi Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan diawali studi lapang maupun pustaka. Studi lapangan dilakukan di PT. GAA dengan cara in dept interview, pengumpulan data dikumpulkan pada SAP tahun 2014-2015 dengan kontrol manual untuk menghitung service level dan dianalisa dengan metode 5 why dan diagram sebab akibat.
3.      Pendahuluan
Pada penelitian ini dilakukan di PT. GAA yang merupakan salah satu perusahaan MRO (Maintance, Repair dan Overhoul) pesawat terbang di Asia yang berdiri sejak tahun 2000 dimana pada industri MRO dibutuhkan Turn Around Time (TAT) karena merupakan faktor yang mempengaruhi ketersediaan komponen.
Paragraf selanjutnya PT. GAA melakukan perawatan dan perbaikan sendiri pada proses repair dan exchange sedangkan proses pooling, komponen yang rusak ditukar kepada provider/ vendor. Komponen rusak terdapat 3 kriteria yaitu no go, go if dan go.
Pelaksanaan perencanaan komponen pada PT. GAA melibatkan beberapa divisi, contohnya SAP perusahaan yang merupakan apilikasi ERP. Masalah yang ada adalah kondisi pada komponen pesawat sering tidak sesuai.
Pada pargraf selanjutnya membahas mengenai proses kontrol Turn Aroun Time (TAT), pengertian TAT dan kegunaan TAT. Pada proses TAT diberikan batasan waktu untuk pengembalian komponen pesawat yang dipinjam atau disewa. Pada kenyataannya banyak sekali keterlambatan dalam pengembalian komponen, yang berdampak pada penambahan cost yang perlu dibayar.
Pada paragraf terakhir membahas tentang perencanaan yang dilakukan terhadap pesawat CRJ 1000 NextGen, pesawat ini dipilih karena pesawat ini baru digunakan  dan sedikit berbeda dengan pesawat lainnya. Pada paragraf ini juga menjelaskan permasalahan yang terjadi pada proses TAT.
4.      Pembahasan
Pada paragraf 1 menjelaskan tentang gambar grafik 1 yaitu pengembalian komponen pooling, dan menjelaskan juga tentang analisis service level setiap bulannya serta bagaimana menghitung analisis servicenya.
Selanjutnya menjelaskan grafik service level pada grafik 2, disitu dijelaskan bahwa tidak ada service level yang mencapai target karena pada grafik service level pada bulan September, Oktober, November, Desember dan Januari tidak mencapai 100% karena pengembalian komponen terlambat, service level ini dipengaruhi pengembalian komponen yang tepat waktu.
Selanjutnya melakukan perbandingan TAT vendor dengan TAT aktual. Perbandingan TAT tersebut terlihat pada gambar 3, dimana TAT vendor pada bulan September, Oktober, November, Desember dan Januari TAT vendor memiliki nilai 10, TAT rata-rata berurutan 12,44, 9,50, 15,58, 18,00 dan 10,75. TAT yang terpenuhi pada bulan Oktober karena pengembalian konsep oleh OSA lebih tepat dibanding bulan lainnya.
Selanjutnya dari analisis komponen pooling dapat digunakan menggunakan 5 why yang nantinya akan ditemukan akar permasalahan yang ada. Pertanyaan 5 why dilampirkan pada tabel 1.
Selanjutnya peneliti mencari penyebab keterlambatan proses pengambilan komponen dengan metode cause and effect diagram. Permasalahan yang pertama adalah man/ manusia kesalahan yang dilakukan biasanya operator salah mengidentifikasi komponen, operator salah menempatkan komponen di gudang dan operator lupa untuk menyertakan alamat yang jelas. Permasalahan selanjutnya Method kesalahan yang biasanya dilakukan dalam metode biasanya regulasi waktu kerja hanya 5 hari (sabtu-minggu libur), persetujuan eksport barang tidak disetujui dan material dikumpulkan dulu sebelum dieksport. Permasalahan selanjutnya adalah material dimana kesalahan yang biasanya terjadi adalah jarak OSA yang cukup jauh, dokumen tidak lengkap, dan tidak ada sertifikat komponen. Permasalahan terakhir adalah machine dimana kesalahan yang biasanya dilakukan adalah alat bantu terbatas, armada pengangkut tidak memadai dan tempat penyimpanan terbatas.
5.      Rekomendasi Perbaikan
Setelah dilakukan penelitian, peneliti memberikikan rekomendasi perbaikan berdasakan yang telah diteliti. Pertama, diharapkan operator lebih teliti dalam menangani komponen dan pengecekan disistem untuk memeriksa data tersebut tercatat disistem serta melakukan pelatihan operator. Kedua, saat pengembalian komponen unserviceable tidak dipadatkan dihari Jumat. Ketiga, komponen yang berkasnya tidak lengkap pihak purchaser harus meminta vendor melengkapi berkasnya. Keempat, menambah alat angkut agar membawa komponen dari apron ke gudang lebih cepat. Selain empat rekomendasi tersebut ada juga rekomendasi untuk alur proses komponen pooling TAT 10 hari digambar 6 dan alur poses komponen pooling TAT 14 hari di gambar 7.
6.      Kesimpulan
Masalah keterlambatan pengembalian komponen ke vendor pada September 2014- Januari 2015 karena pengembalian komponen on time pada periode itu sangat kecil, pada september 2014 merupakan pencapaian terbesar pengembalian on time dari 9 komponen yang dipesan sebanyak 5 komponen on time serta pencapaian terburuk terjadi pada bulan november dari 12 komponen yang dipesan 1 yang on time. Tingkat service level sangat jauh dari target dari bulan September 2014 - Januari 2015 terbesar pada bulan Oktober sebesar 60% dan terkecil pada bulan Desember 14,29%. Pada metode 5 why didapatkan 4 penyebab utama yakni kesalahan operator dalam menangani komponen, penanganan komponen di bagian ekport-import, kelengkapan berkas komponen dan jarak OSA serta alat bantu angkut terbatas.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar