Review Jurnal
Judul : Analisis Turn Around Time
(TAT) pada Proses Pooling Komponen
Pesawat Studi Kasus Keterlambatan Pengembalian Komponen Pesawat CRJ 1000
NextGen di PT. GAA
Penulis : Novie Susanto dan Damar Azis
Tahun : 2016
Review oleh
: Tiara Ardhita
Tanggal
: 30 September 2017
1.
Tujuan Penulisan
Mengetahui dan
menganalisa penyebab keterlambatan TAT dan melakukan upaya perbaikan untuk
mengurangi keterlambatan TAT.
2.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan diawali
studi lapang maupun pustaka. Studi lapangan dilakukan di PT. GAA dengan cara in dept interview, pengumpulan data
dikumpulkan pada SAP tahun 2014-2015 dengan kontrol manual untuk menghitung service level dan dianalisa dengan
metode 5 why dan diagram sebab
akibat.
3. Pendahuluan
Pada penelitian ini dilakukan di PT. GAA
yang merupakan salah satu perusahaan MRO (Maintance,
Repair dan Overhoul) pesawat
terbang di Asia yang berdiri sejak tahun 2000 dimana pada industri MRO
dibutuhkan Turn Around Time (TAT)
karena merupakan faktor yang mempengaruhi ketersediaan komponen.
Paragraf selanjutnya PT. GAA melakukan
perawatan dan perbaikan sendiri pada proses repair
dan exchange sedangkan proses pooling, komponen yang rusak ditukar
kepada provider/ vendor. Komponen
rusak terdapat 3 kriteria yaitu no go, go
if dan go.
Pelaksanaan perencanaan komponen pada
PT. GAA melibatkan beberapa divisi, contohnya SAP perusahaan yang merupakan
apilikasi ERP. Masalah yang ada adalah kondisi pada komponen pesawat sering
tidak sesuai.
Pada pargraf selanjutnya membahas
mengenai proses kontrol Turn Aroun Time (TAT), pengertian TAT dan kegunaan TAT.
Pada proses TAT diberikan batasan waktu untuk pengembalian komponen pesawat
yang dipinjam atau disewa. Pada kenyataannya banyak sekali keterlambatan dalam
pengembalian komponen, yang berdampak pada penambahan cost yang perlu dibayar.
Pada paragraf terakhir membahas tentang
perencanaan yang dilakukan terhadap pesawat CRJ 1000 NextGen, pesawat ini
dipilih karena pesawat ini baru digunakan
dan sedikit berbeda dengan pesawat lainnya. Pada paragraf ini juga
menjelaskan permasalahan yang terjadi pada proses TAT.
4. Pembahasan
Pada paragraf 1 menjelaskan tentang
gambar grafik 1 yaitu pengembalian komponen pooling,
dan menjelaskan juga tentang analisis service
level setiap bulannya serta bagaimana menghitung analisis servicenya.
Selanjutnya menjelaskan grafik service level pada grafik 2, disitu
dijelaskan bahwa tidak ada service level
yang mencapai target karena pada grafik service
level pada bulan September, Oktober, November, Desember dan Januari tidak
mencapai 100% karena pengembalian komponen terlambat, service level ini dipengaruhi pengembalian komponen yang tepat
waktu.
Selanjutnya melakukan perbandingan TAT
vendor dengan TAT aktual. Perbandingan TAT tersebut terlihat pada gambar 3,
dimana TAT vendor pada bulan September, Oktober, November, Desember dan Januari
TAT vendor memiliki nilai 10, TAT rata-rata berurutan 12,44, 9,50, 15,58, 18,00
dan 10,75. TAT yang terpenuhi pada bulan Oktober karena pengembalian konsep
oleh OSA lebih tepat dibanding bulan lainnya.
Selanjutnya dari analisis komponen pooling dapat digunakan menggunakan 5
why yang nantinya akan ditemukan akar permasalahan yang ada. Pertanyaan 5 why
dilampirkan pada tabel 1.
Selanjutnya peneliti mencari penyebab
keterlambatan proses pengambilan komponen dengan metode cause and effect diagram. Permasalahan yang pertama adalah man/ manusia kesalahan yang dilakukan
biasanya operator salah mengidentifikasi komponen, operator salah menempatkan
komponen di gudang dan operator lupa untuk menyertakan alamat yang jelas. Permasalahan selanjutnya Method kesalahan yang biasanya dilakukan dalam metode biasanya
regulasi waktu kerja hanya 5 hari (sabtu-minggu libur), persetujuan eksport
barang tidak disetujui dan material dikumpulkan dulu sebelum dieksport.
Permasalahan selanjutnya adalah material dimana kesalahan yang biasanya terjadi
adalah jarak OSA yang cukup jauh, dokumen tidak lengkap, dan tidak ada
sertifikat komponen. Permasalahan terakhir adalah machine dimana kesalahan yang biasanya dilakukan adalah alat bantu
terbatas, armada pengangkut tidak memadai dan tempat penyimpanan terbatas.
5. Rekomendasi
Perbaikan
Setelah dilakukan penelitian, peneliti
memberikikan rekomendasi perbaikan berdasakan yang telah diteliti. Pertama,
diharapkan operator lebih teliti dalam menangani komponen dan pengecekan
disistem untuk memeriksa data tersebut tercatat disistem serta melakukan
pelatihan operator. Kedua, saat pengembalian komponen unserviceable tidak dipadatkan dihari Jumat. Ketiga, komponen yang
berkasnya tidak lengkap pihak purchaser harus meminta vendor melengkapi
berkasnya. Keempat, menambah alat angkut agar membawa komponen dari apron ke
gudang lebih cepat. Selain empat rekomendasi tersebut ada juga rekomendasi
untuk alur proses komponen pooling TAT 10 hari digambar 6 dan alur poses
komponen pooling TAT 14 hari di gambar 7.
6. Kesimpulan
Masalah keterlambatan pengembalian
komponen ke vendor pada September 2014- Januari 2015 karena pengembalian
komponen on time pada periode itu
sangat kecil, pada september 2014 merupakan pencapaian terbesar pengembalian on time dari 9 komponen yang dipesan
sebanyak 5 komponen on time serta
pencapaian terburuk terjadi pada bulan november dari 12 komponen yang dipesan 1
yang on time. Tingkat service level sangat jauh dari target
dari bulan September 2014 - Januari 2015 terbesar pada bulan Oktober sebesar
60% dan terkecil pada bulan Desember 14,29%. Pada metode 5 why didapatkan 4
penyebab utama yakni kesalahan operator dalam menangani komponen, penanganan
komponen di bagian ekport-import, kelengkapan berkas komponen dan jarak OSA
serta alat bantu angkut terbatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar